On a waggon bound for market
there's a calf with a mournful eye
High above him there's a swallow,
winging swiftly through the sky.
Reff:
How the winds are laughing,
they laugh with all their might.
Laugh and laugh the whole day through,
and half the summers night.
Donna, Donna, Donna, Donna;
Donna, Donna, Donna, Don.
Donna, Donna, Donna, Donna;
Donna, Donna, Donna, Don.
Stop complaining said the farmer,
Who told you a calf to be?
Why don?t you have wings to fly with,
like the swallow so proud and free?
Repeat Reff
Calves are easily bound and slaughtered,
never knowing the reason why.
But whoever treasures freedom,
like the swallow has learned to fly.
Repeat Reff
Senin, 02 Agustus 2010
Summer In Seoul - The Story
Hohohohohoho.... akhirnya khatam juga baca novel yang pertama karangan Ilana Tan: Summer In Seoul. Hm... romantis bgt... ^^ mau juga dunkz dinyanyiin sama orang yang mencintaiku dengan lagunya Kang Ta yang judulnya Confession... huhuhu...
Ya... aku ingin hatimu datang padaku
Aku ingin melangkah ke dalam matamu yang sedih
Tidak bisa... Kau tidak bisa menerima hatiku semudah itu
Taoi kuharap kau membuka hatimu dan menerimaku
Aku bisa merelakan hari-hariku untukmuTidakkah kau tahu yang paling berharga hanya dirimu?
Seluruh cintaku akan menjadi bintang
Yang akan melindungimu di sisimu
Aaku ngin terlelap bersamamu di malam yang sejuk
Tidak banyak yang kumiliki
Tapi akan kuserahkan semuanya untukmu
Tolong terimalah cintaku dan sedikit mimpiku
Terima kasih...
Aku akan hidup demi dirimu yang berseedia menerima hatiku
Walaupun cahaya di wajahmu meredup
Aku akan tetap mencintaimu
Aku akan tetap mencintaimu
Aku akan tetap mencintaimu
Hm... mau... ^^
Romantis bgt kan...???!!!
Yang paling berkesan dalam novel ini adalah, ketika Jung Tae-Woo berkata
"Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, kau mau memberitahuku?" ... "Supaya aku bisa langsung berlari menemuimu..."
Heuheuheu... romantis bgt... Langsung klepek2 dah digituin... ^^
Semoga, suatu hari nanti ada yang mengatakannya padaku...
Aamiin... ^^
Ya... aku ingin hatimu datang padaku
Aku ingin melangkah ke dalam matamu yang sedih
Tidak bisa... Kau tidak bisa menerima hatiku semudah itu
Taoi kuharap kau membuka hatimu dan menerimaku
Aku bisa merelakan hari-hariku untukmuTidakkah kau tahu yang paling berharga hanya dirimu?
Seluruh cintaku akan menjadi bintang
Yang akan melindungimu di sisimu
Aaku ngin terlelap bersamamu di malam yang sejuk
Tidak banyak yang kumiliki
Tapi akan kuserahkan semuanya untukmu
Tolong terimalah cintaku dan sedikit mimpiku
Terima kasih...
Aku akan hidup demi dirimu yang berseedia menerima hatiku
Walaupun cahaya di wajahmu meredup
Aku akan tetap mencintaimu
Aku akan tetap mencintaimu
Aku akan tetap mencintaimu
Hm... mau... ^^
Romantis bgt kan...???!!!
Yang paling berkesan dalam novel ini adalah, ketika Jung Tae-Woo berkata
"Kalau suatu saat nanti kau rindu padaku, kau mau memberitahuku?" ... "Supaya aku bisa langsung berlari menemuimu..."
Heuheuheu... romantis bgt... Langsung klepek2 dah digituin... ^^
Semoga, suatu hari nanti ada yang mengatakannya padaku...
Aamiin... ^^
Jumat, 30 Juli 2010
Entrok

Marni, perempuan Jawa buta huruf yang masih memuja leluhur. Melalui sesajen dia menemukan dewa-dewanya, memanjatkan harapannya. Tak pernah dia mengenal Tuhan yang datang dari negeri nun jauh di sana. Dengan caranya sendiri dia mempertahankan hidup. Menukar keringat dengan sepeser demi sepeser uang. Adakah yang salah selama dia tidak mencuri, menipu, atau membunuh?
Rahayu, anak Marni. Generasi baru yang dibentuk oleh sekolah dan berbagai kemudahan hidup. Pemeluk agama Tuhan yang taat. Penjunjung akal sehat. Berdiri tegak melawan leluhur, sekalipun ibu kandungnya sendiri.
Adakah yang salah jika mereka berbeda?
Marni dan Rahayu, dua orang yang terikat darah namun menjadi orang asing bagi satu sama lain selama bertahun-tahun. Bagi Marni, Rahayu adalah manusia tak punya jiwa. Bagi Rahayu, Marni adalah pendosa. Keduanya hidup dalam pemikiran masing-masing tanpa pernah ada titik temu.
Lalu bunyi sepatu-sepatu tinggi itu, yang senantiasa mengganggu dan merusak jiwa. Mereka menjadi penguasa masa, yang memainkan kuasa sesuai keinginan. Mengubah warna langit dan sawah menjadi merah, mengubah darah menjadi kuning. Senapan teracung di mana-mana.
Marni dan Rahayu, dua generasi yang tak pernah bisa mengerti, akhirnya menyadari ada satu titik singgung dalam hidup mereka. Keduanya sama-sama menjadi korban orang-orang yang punya kuasa, sama-sama melawan senjata.
Kisah yang menyentuh mengenai perjuangan wanita pada zaman-zaman menentukan dalam perjalanan sejarah Indonesia. Buku ini sangat penting dibaca untuk memahami orientasi nilai dalam masyarakat di tengah-tengah perubahan.
---Leon Agusta, sastrawan
Novel ini dengan jujur menggambarkan bagaimana sebagian masyarakat kita masih belum bisa menerima adanya perbedaan.
---Hendardi, aktivis demokrasi dan hak asasi manusia
Penulis dengan cemerlang berhasil mengungkapkan lika-liku dan sepak terjang kehidupan masyarakat yang kompleks di tengah kesewenang-wenangan, melalui tuturan silih berganti antara ibu dan anak perempuannya.
---Endy M. Bayuni, Pemimpin Redaksi The Jakarta Post
Kamis, 29 Juli 2010
Gabut...??? nggak juga... ^^
Hmpf....baru sekarang bener2 ngerasain penelitian... Dengan hitungan yang bener and cara2 yang bener... hehehhehe... (jadi selama ini....???!!! yah.... dipertanyakan neh....???!!!!). But, it's okey... smwa jadi pelajaran... toh namanya juga penelitian, harus ada yang salahnya kan... So, it's fine... everything's gonna be oke... ^^
Ingat selalu kata2 saktinya adalah... SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA... ^^
Ingat selalu kata2 saktinya adalah... SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA... ^^
Selasa, 27 Juli 2010
Semua Akan Indah Pada Waktunya... ^^
Bogor, 27 Juli 2010
Pasca mengikuti seminar pasca wisuda gaweannya DPKHA
Hm... ngapain juga ikut2an acara begituan...??? Mw wisudaan ajah belum...???!!!
Hehehe... alesannya sih nemenin adik2 TPB yang ikut diundang untuk mengadiri acara itu...
Tapi, ada 1 yang mengganjal di dalam hati. Kapan saya duduk di bawah sebagai bagian dari yang akan diwisuda yah...??? Tenang... jawaban saya cukup simpel, dan ini adalah satu-satunya kaliamat yang membuat hati ini sedikit lebih tenang, yaitu: SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA... ^^
Beuh... sakti bgt dah tuh kaliamt...
Hehehehhe... maklum, klo udah tingkat 4 begini, kena sindrom pengen cepet lulus, sedangkan penelitian ajah belon selese.. (ditambah, setelah selesai dari acara itu, saya kembali ke lab, melihat bahan ekstrak saya terancam kontam jadi lemes lagi daeh... hmpf...!!! >.<). So, daripada stress sendiri, mending nge-blog deh... ^^
Hm... tapi, semua in men=mbuat saya berpikir sedikit dewasa. Dalam pencapaian sebuah kesuksesan, harus ada pengorbanan yang diberikan. Ya, untuk menjadi sarjana, tentu sebelumnya kita harus mengadakan penelitian dahulu, ada seminar, dan setelah itu disidang, yang membutuhkan kerja ekstra dari otak juga mental. Dan itu semua membutuhkan proses dan waktu bukan...??? So, bersabarlah dan jangan lupa untuk ikhtiar yang maksimal... ^^
Hm... udah ah menghibur dirinya...
Saya mau pamer neh... Klo saya punya buku baru. Tadi baru dikasih sama K'Deny... Buku yang udah lama saya inginkan. Akhirnya kesampean juga punya.
Makasih yah K'Deny... ^^
So, buku yang harus segera saya baca berjulah 8 buku... (1) Why Men Can't Listen and Women Can't Read Maps, (2) Padang Bulan dan Cinta di dalam Gelas, (3) Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin, (4) The Alchemyst, (5) Summer In Seoul, (6) Autumn In Paris, (7) Winter In Tokyo, dan (8) Spring In London. Kesemuanya adalah buku yang sangat saya suka, dan sepertinya saya ingin menghabiskan membaca mereka semua dalam satu waktu, tapi tentu saja itu tidak mungkin. Kembali lagi ke inti pembicaraan kita kali ini adalah: semua butuh waktu dan proses... ^^
Okelah klo begitu, yuks ah lanjutin penelitian... and nyiapin laporan buat besok, cz mw nge-date bareng Babeh Bonny... my luvly father for my research... Bismillah... ^^
Pasca mengikuti seminar pasca wisuda gaweannya DPKHA
Hm... ngapain juga ikut2an acara begituan...??? Mw wisudaan ajah belum...???!!!
Hehehe... alesannya sih nemenin adik2 TPB yang ikut diundang untuk mengadiri acara itu...
Tapi, ada 1 yang mengganjal di dalam hati. Kapan saya duduk di bawah sebagai bagian dari yang akan diwisuda yah...??? Tenang... jawaban saya cukup simpel, dan ini adalah satu-satunya kaliamat yang membuat hati ini sedikit lebih tenang, yaitu: SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA... ^^
Beuh... sakti bgt dah tuh kaliamt...
Hehehehhe... maklum, klo udah tingkat 4 begini, kena sindrom pengen cepet lulus, sedangkan penelitian ajah belon selese.. (ditambah, setelah selesai dari acara itu, saya kembali ke lab, melihat bahan ekstrak saya terancam kontam jadi lemes lagi daeh... hmpf...!!! >.<). So, daripada stress sendiri, mending nge-blog deh... ^^
Hm... tapi, semua in men=mbuat saya berpikir sedikit dewasa. Dalam pencapaian sebuah kesuksesan, harus ada pengorbanan yang diberikan. Ya, untuk menjadi sarjana, tentu sebelumnya kita harus mengadakan penelitian dahulu, ada seminar, dan setelah itu disidang, yang membutuhkan kerja ekstra dari otak juga mental. Dan itu semua membutuhkan proses dan waktu bukan...??? So, bersabarlah dan jangan lupa untuk ikhtiar yang maksimal... ^^
Hm... udah ah menghibur dirinya...
Saya mau pamer neh... Klo saya punya buku baru. Tadi baru dikasih sama K'Deny... Buku yang udah lama saya inginkan. Akhirnya kesampean juga punya.
Makasih yah K'Deny... ^^
So, buku yang harus segera saya baca berjulah 8 buku... (1) Why Men Can't Listen and Women Can't Read Maps, (2) Padang Bulan dan Cinta di dalam Gelas, (3) Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin, (4) The Alchemyst, (5) Summer In Seoul, (6) Autumn In Paris, (7) Winter In Tokyo, dan (8) Spring In London. Kesemuanya adalah buku yang sangat saya suka, dan sepertinya saya ingin menghabiskan membaca mereka semua dalam satu waktu, tapi tentu saja itu tidak mungkin. Kembali lagi ke inti pembicaraan kita kali ini adalah: semua butuh waktu dan proses... ^^
Okelah klo begitu, yuks ah lanjutin penelitian... and nyiapin laporan buat besok, cz mw nge-date bareng Babeh Bonny... my luvly father for my research... Bismillah... ^^
Spring In London

Jo In-Ho (Danny Jo) adalah seorang model yang terkenal di Korea. Di dalam cerita ini dia diminta membintangi video klip music temannya yang bernama Jung Tae-Wo . Ia berprofesi menjadi seorang penyanyi terkenal di Korea. Dalam pembuatan video itu Danny Jo memiliki lawan main yang bernama Naomi Ishida seorang model terkenal di Jepang. Video music itu dibuat di London. Danny Jo merasa Naomi Ishida menjauhinya, hal itu yang membuat Danny Jo penasaran terhadap gadis itu, karena dia merasa tidak pernah berbuat salah kepada gadis itu. Apa yang membuat Naomi menjauhi Danny Jo? Lalu Danny Jo perlahan-lahan mendekati Naomi dengan alasan hanya sebagai teman. Hari demi hari mereka jalani bersama . Dan merekapun merasakan jatuh cinta yang membuat mereka saling membutuhkan satu sama lain. Terkadang Danny Jo merasakan ada masa lalu yang sangat kelam pada diri Naomi, karena Danny Jo suka melihat Naomi yang tiba-tiba ketakutan saat melihat Danny Jo. Kemudian Kim Dong-Min dating, dia adalah teman kakak Danny Jo yang sudah meninggal karena kecelakaan. Kakaknya bernama Jo Seung-Ho. Dengan datangnya Kim Dong-Min semua rahasia yang membuat ketakutan Naomi akhirnya terkuak. Sebenarnya apa hubungan Kim Dong-Min dengan Naomi Ishida? Apakah ada juga hubungannya dengan Jo Seung-Ho???
Winter In Tokyo

Ini adalah buku ketiga Ilana Tan. Seperti dua novel sebelumnya, Summer in Seoul dan Autumn in Paris, novel terbarunya ini juga menggunakan musim sebagai judul, yaitu Winter in Tokyo atau kalau dibahasa Indonesiakan "Musim Dingin di Tokyo".
Tidak jauh berbeda dengan novel sebelumnya, dimana tokoh utama perempuannya adalah gadis peranakan (Summer in Seoul -- peranakan Korea Indonesia, Autumn in Paris -- peranakan Indonesia Perancis), Winter in Tokyo bercerita tentang kisah cinta seorang gadis peranakan (Indonesia - Jepang) bernama Ishida Keiko.
Keiko Chan yang bekerja di perpustakaan umum di Shinjuku dan tinggal di salah satu apartemen sederhana di pusat kota Tokyo, terobsesi dengan cinta pertamanya, Kitano Akira. Karena itulah, meski ia sudah berusia 23 tahun, Keiko belum terpikir untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria manapun. Keiko berharap suatu hari nanti ia akan bertemu dengan Akira dan mewujudkan cinta terpendamnya.
Suatu hari, apartemen Keiko yang juga dihuni suami istri Osawa, Keiko, dan kakak beradik Sato Haruka - Sato Tomoyuki, kedatangan penghuni baru, seorang pria bernama Nishimura Kazuto, yang menempati apartemen 201. Kazuto kembali ke Tokyo, setelah 10 tahun menetap di New York, Amerika Serikat, bersama kedua orang tuanya. Kepulangan Kazuto ke Tokyo karena ingin melepaskan diri dari kenangannya terhadap gadis yang dicintainya, yang menikah dengan sahabatnya sendiri.
Hubungan yang akrab antar sesama penghuni apartemen menular kepada Kazuto, yang awalnya tidak ingin terlalu direpotkan dengan kehidupan bertetangga. Bahkan dengan Keiko, pria tampan yang sewaktu tinggal di New York berprofesi sebagai fotografer profesional ini, merasakan kehidupan yang menyenangkan. Keiko sendiri merasa bahwa Kazuto, teman yang bisa diandalkan, meski sempat kesal karena Kazuto mengira ia adalah Naomi, saudara kembar Keiko, seorang model terkenal Jepang, yang mengembangkan karirnya di Amerika Serikat.
Seperti novel bertema percintaan lainnya, bisa ditebak, setelah sebulan menjalin kebersamaan, ada perasaan baru di hati Kazuto dan Keiko. Bahkan Kazuto berencana mengungkapkan perasaannya kepada Keiko, sepulangnya dari bermalam tahun baru di Kyoto, tempat tinggal orang tua Keiko. Namun sayang, Kazuto yang mengalami gegar otak akibat dikeroyok sejumlah preman, lupa akan segala hal yang terjadi selama ia tinggal di Tokyo. Ia bahkan tidak ingat kalau dirinya telah menetap di salah satu apartemen dan mempunyai tetangga yang peduli terhadap dirinya. Yah, suami istri Osawa, Sato Haruka, Sato Tomoyuki dan Keiko, sangat mencemaskan diri Kazuto, yang tidak pernah kembali ke apartemennya, 201, setelah ia mengantarkan Keiko ke stasiun kereta api.
Kazuto pun lupa akan perasaannya terhadap Keiko, apalagi setelah ia tahu bahwa Keiko telah bertemu dengan cinta pertamanya, Kitano Akira, yang telah menjadi seorang dokter dan teman sekelas Kazuto di masa SMP. Kedatangan Iwamoto Yuri, gadis yang dicintai Kazuto, juga membenamkan perasaan Keiko kepada Kazuto. Apalagi kedatangan Yuri ke Tokyo, tidak hanya sekedar urusan pekerjaan tetapi juga meminta Kazuto kembali ke New York, bersamanya.
Di novel ketiganya ini, Ilana Tan semakin piawai membentuk karakter tokoh-tokoh utamanya. Jika dalam dua novel sebelumnya, dipertengahan cerita sudah bisa ditebak alur cerita selanjutnya, di Winter in Tokyo, Ilana mampu mengiring pembacanya untuk membaca tulisannya hingga akhir cerita yang tak terduga. Penuturan tentang lokasi cerita juga menarik, sehingga pembaca setidaknya bisa mengetahui denyut kehidupan masyarakat di Tokyo.
Langganan:
Postingan (Atom)







